Jalan Way Haru, Janji yang Tak Pernah Sampai

Pesisir Barat (catatan_bangsal)

Di ujung selatan Pesisir Barat, terdapat sebuah wilayah bernama Way Haru. Daerah ini bukan sekadar nama di peta, melainkan tempat hidup ribuan warga yang sejak lama bertahan di tengah keterbatasan. 

.

Jalan menuju Way Haru hingga kini masih menjadi persoalan utama yang tak kunjung terselesaikan.

Way Haru terdiri dari empat pekon dengan jumlah penduduk kurang lebih enam ribu jiwa. 

.

Mereka telah tinggal dan menetap di wilayah itu jauh sebelum kawasan hutan di sekitar daerah tersebut ditetapkan. Namun sampai hari ini, akses jalan yang layak masih menjadi harapan panjang yang belum terwujud.

.

Ketika musim pemilu tiba, jalan Way Haru selalu menjadi bahan janji kampanye. Para calon kepala daerah datang membawa harapan baru. Bahkan sempat dikunjungi wakil gubernur Lampung Jihan Nurlela.

.

Mereka berbicara tentang pembangunan, kemajuan, dan perbaikan jalan. Kata-kata disampaikan dengan penuh keyakinan, seolah penderitaan warga akan segera berakhir.

.

Namun kenyataannya berbeda.

Setelah pesta demokrasi usai, janji-janji itu perlahan menghilang. Jalan yang dijanjikan tetap berlumpur, rusak, dan sulit dilalui. 

.

Warga kembali menjalani hari-hari penuh kesulitan. Anak-anak tetap melewati jalan berat untuk sekolah, hasil pertanian sulit dibawa keluar daerah, dan aktivitas masyarakat terus terhambat.

.

Bagi masyarakat Way Haru, jalan bukan hanya soal pembangunan fisik. Jalan adalah urat nadi kehidupan. Jalan menentukan akses pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan masa depan generasi mereka. 

.

Karena itu, kekecewaan warga terus tumbuh setiap kali janji hanya dijadikan alat politik.

Masyarakat Way Haru tidak meminta kemewahan. Mereka hanya ingin diperhatikan sebagai warga yang memiliki hak yang sama untuk merasakan pembangunan. 

.

Mereka ingin pemerintah benar-benar hadir, bukan hanya datang saat membutuhkan suara rakyat.

Way Haru bukan sekadar bahan pidato kemenangan. Di sana ada kehidupan, ada perjuangan, dan ada harapan yang selama ini menunggu untuk diwujudkan.