a a

Penerima KIP Kuliah Diingatkan Siap Mengabdi, Targetkan Satu Desa Satu Sarjana

PESISIR BARAT – 

Penerima Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah diingatkan agar tidak hanya fokus mengejar prestasi akademik selama menempuh pendidikan tinggi, tetapi juga aktif mengembangkan wawasan melalui berbagai kegiatan organisasi, sosial, dan pengabdian kepada masyarakat.


Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Pribadi Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ade Abdul Rochim, saat memberikan arahan kepada sekitar 80 mahasiswa dan calon mahasiswa penerima KIP Kuliah di Kabupaten Pesisir Barat, Senin (20/7/2026).


Dalam sambutannya, Ade Abdul Rochim menegaskan bahwa tidak semua siswa memiliki kesempatan memperoleh bantuan KIP Kuliah. Karena itu, para penerima diminta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh sebagai bentuk tanggung jawab atas kepercayaan yang telah diberikan pemerintah.


Menurutnya, Program KIP Kuliah bertujuan memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang memiliki potensi akademik, sehingga mereka dapat meraih pendidikan yang layak sekaligus berkontribusi bagi daerah asalnya.


«"Belajar bukan hanya di ruang kelas. Ikutilah berbagai kegiatan yang dapat menambah pengalaman dan wawasan. Setelah lulus nanti, kami akan meminta pertanggungjawaban moral agar ilmu yang diperoleh dapat kembali diberikan kepada masyarakat," ujarnya.»


Ia juga menekankan pentingnya mewujudkan cita-cita "Satu Desa Satu Sarjana" sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.


Menurutnya, kehadiran sarjana di setiap desa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan, sekaligus menghapus anggapan bahwa wilayah Krui dan Kabupaten Pesisir Barat merupakan daerah tertinggal dan terluar.


"Saya berharap seluruh penerima KIP Kuliah benar-benar bersungguh-sungguh dalam menempuh pendidikan. Setelah lulus, kembalilah mengabdi di daerah masing-masing agar ilmu yang didapat bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tutupnya.